sayangku, gembul.
bagiku, dia bukan sekedar hewan peliharaan yang kebetulan suka datang ke rumah untuk meminta makan. tapi, dia menjelma sebagai teman bercerita, temen yapping, teman menangis, teman saat tidur, teman makan, dan teman apapun.
selain itu, dia sudah berhasil menggeser posisi menjadi anak bungsu kesayangan keluarga, kesayangan semua orang. walau kadang tingkah ngeselinnya yang membuat jengkel ada juga.
dia juga sudah menjadi favoritnya banyak orang, sepupu-sepupu yang suka datang ke rumah, keponakan-keponakan tang datang ke rumah, dan tamu-tamu yang selalu memuji badan gendutnya itu.
dan aku sudah belajar penuh tentang semua yang di bumi tidak ada yang abadi. maka atas banyaknya duka yang aku lalui, ikhlas dan merelakan harus ada di hati. meskipun sedih tidak pernah absen setiap hari. tapi, aku selalu percaya bahwa mereka yang telah pergi akan bisa bersama saat di keabadian nanti.
jadi, selamat kembali kepada Tuhan, gembul. selamat berlari-larian bersama teman-teman barumu disana. selamat terbang tinggi hingga ke jembatan pelangi. nanti antar aku menuju surga ya, mbul.
aku sayang kamu, teramat sayang.
-z
Komentar
Posting Komentar